Perbedaan ARPA dan Morpho: ARPA diperdagangkan di Rp154,84 (kapitalisasi pasar Rp235,26M, volume 24 jam Rp68,44M), sedangkan Morpho diperdagangkan di Rp35.433 (kapitalisasi pasar Rp18,3T, volume 24 jam Rp192,35M). Perbedaan utamanya: Morpho jauh lebih besar — sekitar 77,8× kapitalisasi pasar ARPA, dan suplai Morpho dibatasi (516,6M / 1B MORPHO (52%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Morpho selama 16 Hari.
| ARPA | MORPHO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp235,26M | Rp18,3T |
Volume (24h) | Rp68,44M | Rp192,35M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 516,6M / 1B MORPHO (52%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Morpho adalah platform terbuka, efisien, dan trustless untuk mendapatkan yield dan meminjam aset. Pemberi pinjaman dapat menggunakan Morpho Vaults untuk memaksimalkan yield, sementara peminjam dapat mengakses aset melalui Morpho Markets. Infrastruktur permissionless-nya memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membuat pasar, mengkurasi vault, dan membangun berbagai aplikasi. Dengan kontrak yang immutable, pasar pinjaman terisolasi, suku bunga lebih baik, dan biaya gas rendah, Morpho menghadirkan platform yang efisien, fleksibel, dan ramah pengembang.
Selengkapnya di halaman MORPHO →