Perbedaan ARPA dan Mantra: ARPA diperdagangkan di Rp151,82 (kapitalisasi pasar Rp230,77M, volume 24 jam Rp89,85M), sedangkan Mantra diperdagangkan di Rp89,89 (kapitalisasi pasar Rp498,56M, volume 24 jam Rp82,12M). Perbedaan utamanya: Mantra jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar ARPA, dan suplai Mantra dibatasi (5,6B / 10B MANTRA (56%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Mantra selama 22 Hari.
| ARPA | MANTRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp230,77M | Rp498,56M |
Volume (24h) | Rp89,85M | Rp82,12M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 5,6B / 10B MANTRA (56%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →MANTRA adalah blockchain Layer 1 berorientasi pada kepatuhan yang dirancang untuk tokenisasi dan pengelolaan aset dunia nyata dalam kerangka regulasi. Ditujukan untuk institusi, jaringan ini memungkinkan aset seperti properti dibawa on-chain dengan kontrol hukum dan regulasi yang tertanam. MANTRA kompatibel dengan EVM, sehingga developer dapat menggunakan tools Ethereum yang familiar dengan fitur kepatuhan khusus.
Selengkapnya di halaman MANTRA →