Perbedaan ARPA dan Haedal Protocol: ARPA diperdagangkan di Rp152,14 (kapitalisasi pasar Rp230,98M, volume 24 jam Rp91,22M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,12 (kapitalisasi pasar Rp138,19M, volume 24 jam Rp24,15M). Perbedaan utamanya: ARPA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (483,3M / 1B HAEDAL (49%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| ARPA | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp230,98M | Rp138,19M |
Volume (24h) | Rp91,22M | Rp24,15M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →