Perbedaan ARPA dan CORN: ARPA diperdagangkan di Rp153,8 (kapitalisasi pasar Rp233,52M, volume 24 jam Rp68,72M), sedangkan CORN diperdagangkan di Rp455,85 (kapitalisasi pasar Rp238,71M, volume 24 jam Rp53,58M). Perbedaan utamanya: ARPA dan CORN berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai CORN dibatasi (525M / 2,1B CORN (25%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan CORN selama 8 Hari.
| ARPA | CORN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,52M | Rp238,71M |
Volume (24h) | Rp68,72M | Rp53,58M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 525M / 2,1B CORN (25%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →