Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arwana Citramulia Tbk (ARNA) vs Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA)

Arwana Citramulia Tbk
Tunas Baru Lampung Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arwana Citramulia Tbk dan Tunas Baru Lampung Tbk.: Arwana Citramulia Tbk diperdagangkan di Rp462 (kapitalisasi pasar 3,32 T, volume 24 jam 814,1 rb), sedangkan Tunas Baru Lampung Tbk. diperdagangkan di Rp610 (kapitalisasi pasar 3,68 T, volume 24 jam 469,1 rb). Perbedaan utamanya: Arwana Citramulia Tbk dan Tunas Baru Lampung Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Arwana Citramulia Tbk lebih aktif diperdagangkan (814,1 rb vs 469,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARNATBLA
Kapitalisasi Pasar
3,32 T3,68 T
Volume
814,1 rb469,1 rb
Lot
8,14 rb4,69 rb
Perputaran
368,09 jt285,96 jt
Harga Rata-rata
452,14609,59
Nilai Transaksi
368,09 jt285,96 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
462610
Volume Ekuilibrium Indikatif
26129

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARNA
Lihat detail
TBLA
Lihat detail

Tentang Arwana Citramulia Tbk

PT. Arwana Citramulia Tbk (the Company) was established under the name PT Arwana Citra Mulia based on the notarial deed No. 21 dated February 22, 1993 of Raden Santoso, as amended by notarial deeds No. 147 dated October 26, 1993 and No. 105 dated November 15, 1993 of Imam Santoso, S.H., which covered, among others, the change in the Company's name PT Arwana Citramulia.

Selengkapnya di halaman ARNA

Tentang Tunas Baru Lampung Tbk.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (the Company) was established by virtue of Notarial Deed No. 23 dated December 22, 1973 of Halim Kurniawan, S.H., public notary in Teluk Betung. PT. Tunas Baru Lampung is a member of Sungai Budi Group which was founded in 1947 and is a pioneer in Indonesia`s agricultural industry.

Selengkapnya di halaman TBLA