Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arwana Citramulia Tbk (ARNA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Arwana Citramulia Tbk
Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arwana Citramulia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Arwana Citramulia Tbk diperdagangkan di Rp462 (kapitalisasi pasar 3,32 T, volume 24 jam 814,1 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.150 (kapitalisasi pasar 10,47 T, volume 24 jam 566,3 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Arwana Citramulia Tbk, dan Arwana Citramulia Tbk lebih aktif diperdagangkan (814,1 rb vs 566,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARNARLCO
Kapitalisasi Pasar
3,32 T10,47 T
Volume
814,1 rb566,3 rb
Lot
8,14 rb5,66 rb
Perputaran
368,09 jt1,84 M
Harga Rata-rata
452,143.250,56
Nilai Transaksi
368,09 jt1,84 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4623.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
26124

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARNA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Arwana Citramulia Tbk

PT. Arwana Citramulia Tbk (the Company) was established under the name PT Arwana Citra Mulia based on the notarial deed No. 21 dated February 22, 1993 of Raden Santoso, as amended by notarial deeds No. 147 dated October 26, 1993 and No. 105 dated November 15, 1993 of Imam Santoso, S.H., which covered, among others, the change in the Company's name PT Arwana Citramulia.

Selengkapnya di halaman ARNA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO