Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Atlas Resources Tbk (ARII) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Atlas Resources Tbk
Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Atlas Resources Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Atlas Resources Tbk diperdagangkan di Rp276 (kapitalisasi pasar 1,03 T, volume 24 jam 35,9 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.150 (kapitalisasi pasar 10,47 T, volume 24 jam 566,3 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,2× kapitalisasi pasar Atlas Resources Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (566,3 rb vs 35,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARIIRLCO
Kapitalisasi Pasar
1,03 T10,47 T
Volume
35,9 rb566,3 rb
Lot
3595,66 rb
Perputaran
9,72 jt1,84 M
Harga Rata-rata
270,83.250,56
Nilai Transaksi
9,72 jt1,84 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
24

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARII
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Atlas Resources Tbk

Atlas Resources,PT (the company) was established under its original name of PT Energi Kaltim on Jan 26, 2007. The Company's articles of association has been amended from time to time, the latest amendment regarding the decrease in nominal value of the Company's shares, change compaany's name, and the change in the Company's status from private company to public company.

Selengkapnya di halaman ARII

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO