Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Atlas Resources Tbk (ARII) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Atlas Resources Tbk
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Atlas Resources Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Atlas Resources Tbk diperdagangkan di Rp276 (kapitalisasi pasar 1,03 T, volume 24 jam 35,9 rb), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 660,96 M, volume 24 jam 52 rb). Perbedaan utamanya: Atlas Resources Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Sumi Indo Kabel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (52 rb vs 35,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARIIIKBI
Kapitalisasi Pasar
1,03 T660,96 M
Volume
35,9 rb52 rb
Lot
359520
Perputaran
9,72 jt28,5 jt
Harga Rata-rata
270,8548,09
Nilai Transaksi
9,72 jt28,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
555
Volume Ekuilibrium Indikatif
12

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARII
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Atlas Resources Tbk

Atlas Resources,PT (the company) was established under its original name of PT Energi Kaltim on Jan 26, 2007. The Company's articles of association has been amended from time to time, the latest amendment regarding the decrease in nominal value of the Company's shares, change compaany's name, and the change in the Company's status from private company to public company.

Selengkapnya di halaman ARII

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI