Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Atlas Resources Tbk (ARII) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Atlas Resources Tbk
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Atlas Resources Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Atlas Resources Tbk diperdagangkan di Rp276 (kapitalisasi pasar 1,03 T, volume 24 jam 35,9 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp150 (kapitalisasi pasar 283,62 M, volume 24 jam 1,27 jt). Perbedaan utamanya: Atlas Resources Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,27 jt vs 35,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARIICSIS
Kapitalisasi Pasar
1,03 T283,62 M
Volume
35,9 rb1,27 jt
Lot
35912,7 rb
Perputaran
9,72 jt191,77 jt
Harga Rata-rata
270,8151,03
Nilai Transaksi
9,72 jt191,77 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
150
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,1 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARII
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Atlas Resources Tbk

Atlas Resources,PT (the company) was established under its original name of PT Energi Kaltim on Jan 26, 2007. The Company's articles of association has been amended from time to time, the latest amendment regarding the decrease in nominal value of the Company's shares, change compaany's name, and the change in the Company's status from private company to public company.

Selengkapnya di halaman ARII

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS