Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Dunia Virtual Online Tbk.
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Dunia Virtual Online Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Dunia Virtual Online Tbk. diperdagangkan di Rp230 (kapitalisasi pasar 589,19 M, volume 24 jam 52,3 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 1,83 T, volume 24 jam 874 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Dunia Virtual Online Tbk., dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (874 rb vs 52,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AREAJAWA
Kapitalisasi Pasar
589,19 M1,83 T
Volume
52,3 rb874 rb
Lot
5238,74 rb
Perputaran
11,99 jt97,14 jt
Harga Rata-rata
229,28111,14
Nilai Transaksi
11,99 jt97,14 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
234110
Volume Ekuilibrium Indikatif
1241

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AREA
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Dunia Virtual Online Tbk.

PT Dunia Virtual Online Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 7 of Neneng Salmiah, S.H., M.Hum., Notary in Jakarta dated May 18, 2010. The Company has started to operate commercially in 2020. Mr. Sugeng Alifen is the ultimate shareholder of the Company.

Selengkapnya di halaman AREA

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA