Perbedaan Ardor dan Subsquid: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp811,23 (kapitalisasi pasar Rp907,19M, volume 24 jam Rp75,9M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Ardor 998,5M / 998,5M ARDR (100%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| ARDR | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp907,19M |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp75,9M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →