Perbedaan Ardor dan Livepeer: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Livepeer diperdagangkan di Rp21.612 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp51,12M). Perbedaan utamanya: Livepeer jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Ardor, dan suplai Ardor dibatasi (998,5M / 998,5M ARDR (100%)), sedangkan Livepeer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Livepeer selama 29 Hari.
| ARDR | LPT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp1,07T |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp51,12M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 49,7M LPT |
Typical Hold Time | 21 Hari | 29 Hari |
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →