Perbedaan Ardor dan Layer3: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp72,88 (kapitalisasi pasar Rp108,05M, volume 24 jam Rp13,43M). Perbedaan utamanya: Ardor jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Ardor 998,5M / 998,5M ARDR (100%) dibanding 1,5B / 3,3B L3 (45%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| ARDR | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp108,05M |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp13,43M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →