Perbedaan Ardor dan Hemi: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp85,54 (kapitalisasi pasar Rp83,37M, volume 24 jam Rp56,78M). Perbedaan utamanya: Ardor jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai Ardor dibatasi (998,5M / 998,5M ARDR (100%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| ARDR | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp83,37M |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp56,78M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 21 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →