Perbedaan Ardor dan Gram: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.754 (kapitalisasi pasar Rp65,48T, volume 24 jam Rp681,09M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 136,2× kapitalisasi pasar Ardor, dan suplai Ardor dibatasi (998,5M / 998,5M ARDR (100%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ARDR | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp65,48T |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp681,09M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 21 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →