Perbedaan Ardor dan dYdX: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan dYdX diperdagangkan di Rp1.957 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp34,93M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Ardor, dan suplai beredar Ardor 998,5M / 998,5M ARDR (100%) dibanding 848,6M / 1B DYDX (85%) milik dYdX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan dYdX selama 56 Hari.
| ARDR | DYDX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp1,66T |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp34,93M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 848,6M / 1B DYDX (85%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 56 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →