Perbedaan Ardor dan DigiByte: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp73,49 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,46M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Ardor, dan suplai beredar Ardor 998,5M / 998,5M ARDR (100%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| ARDR | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp1,36T |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp43,46M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →