Perbedaan Ardor dan Blast: Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M), sedangkan Blast diperdagangkan di Rp4,28 (kapitalisasi pasar Rp287,41M, volume 24 jam Rp15,2M). Perbedaan utamanya: Ardor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Ardor 998,5M / 998,5M ARDR (100%) dibanding 67,3B / 100B BLAST (68%) milik Blast. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ardor selama 21 Hari dan Blast selama 23 Hari.
| ARDR | BLAST | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp480,7M | Rp287,41M |
Volume (24h) | Rp15,19M | Rp15,2M |
Suplai yang Beredar | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) | 67,3B / 100B BLAST (68%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →