Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Archi Indonesia Tbk (ARCI) vs Timah Tbk. (TINS)

Archi Indonesia Tbk
Timah Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Archi Indonesia Tbk dan Timah Tbk.: Archi Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp930 (kapitalisasi pasar 24,86 T, volume 24 jam 21,8 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.300 (kapitalisasi pasar 25,69 T, volume 24 jam 21,58 jt). Perbedaan utamanya: Archi Indonesia Tbk dan Timah Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Archi Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (21,8 jt vs 21,58 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARCITINS
Kapitalisasi Pasar
24,86 T25,69 T
Volume
21,8 jt21,58 jt
Lot
218,04 rb215,8 rb
Perputaran
20,81 M73,05 M
Harga Rata-rata
954,513.385
Nilai Transaksi
20,81 M73,05 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
9303.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,48 rb11,01 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARCI
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Archi Indonesia Tbk

PT Archi Indonesia Tbk. (the Company) was established based on Notarial Deed No. 1 of Fatma Agung Budiwijaya, S.H., dated September 14, 2010. The Company commenced its commercial operations in 2010 and is primarily involved in investment holding. PT Rajawali Corpora is the Companys parent and ultimate parent entity.

Selengkapnya di halaman ARCI

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS