Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Archi Indonesia Tbk (ARCI) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Archi Indonesia TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Archi Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Archi Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp1.200 (kapitalisasi pasar 31,42 T, volume 24 jam 23,62 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Archi Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 32,1× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Archi Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (23,62 jt vs 21,12 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ARCISQMI
Kapitalisasi Pasar
31,42 T978,87 M
Volume
23,62 jt21,12 jt
Lot
236,18 rb211,22 rb
Perputaran
28,62 M1,32 M
Harga Rata-rata
1.211,8762,72
Nilai Transaksi
28,62 M1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.20062
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,49 rb1,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ARCI
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Archi Indonesia Tbk

PT Archi Indonesia Tbk. (the Company) was established based on Notarial Deed No. 1 of Fatma Agung Budiwijaya, S.H., dated September 14, 2010. The Company commenced its commercial operations in 2010 and is primarily involved in investment holding. PT Rajawali Corpora is the Companys parent and ultimate parent entity.

Selengkapnya di halaman ARCI

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI