Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Arbitrum dan Oasis Network: Arbitrum diperdagangkan di Rp1.381 (kapitalisasi pasar Rp8,73T, volume 24 jam Rp1,07T), sedangkan Oasis Network diperdagangkan di Rp101,94 (kapitalisasi pasar Rp804,63M, volume 24 jam Rp35,8M). Perbedaan utamanya: Arbitrum jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Oasis Network, dan suplai Oasis Network dibatasi (7,9B / 10B ROSE (80%)), sedangkan Arbitrum terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arbitrum selama 61 Hari dan Oasis Network selama 58 Hari.
| ARB | ROSE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp8,73T | Rp804,63M |
Volume (24h) | Rp1,07T | Rp35,8M |
Suplai yang Beredar | 6,4B ARB | 7,9B / 10B ROSE (80%) |
Typical Hold Time | 61 Hari | 58 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Arbitrum (ARB) saat ini diperdagangkan di Rp1.358 dengan kapitalisasi pasar Rp8,7T, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages namun dengan osilator netral. Harga berada di dekat support S1 (Rp1.354) dengan resistensi utama di PP (Rp1.402). Berita terbaru menunjukkan ekosistem berkembang dengan pendanaan $2 juta untuk Pheasant Network yang didukung Ethereum Foundation, meningkatkan utilitas lintas rantai AI.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan peluang dari adopsi teknologi AI di ekosistem, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis patut diwaspadai. Investor harus memantau ketat level support Rp1.279 dan perkembangan integrasi DeFAI untuk sinyal reversal.
Token ROSE (Oasis Network) saat ini diperdagangkan di zona Rp101.931 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Market cap mencapai Rp820,76M dengan sirkulasi token 80%. Harga berada di dekat support S1 (Rp102) setelah penurunan tren jangka pendek. Tidak ada update protokol besar yang dilaporkan baru-baru ini, namun ekosistem blockchain terus berkembang dengan fokus pada privasi dan skalabilitas.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan jual dominan dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang ada jika harga memantul dari support kuat, tetapi investor harus waspada terhadap sinyal bearish yang konsisten dan likuiditas terbatas di pasar kripto Indonesia. Risiko utama termasuk fluktuasi pasar kripto global dan regulasi yang belum jelas.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Arbitrum adalah solusi scaling Ethereum layer-2. Arbitrum menggunakan rollup optimis untuk mencapai tujuannya meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya pada Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan Ethereum. Hal ini dimungkinkan berkat pemindahan sebagian besar komputasi dan beban penyimpanan secara off-chain. Token native Arbitrum disebut ARB dan digunakan untuk tata kelola. Offchain Labs, pengembang di belakang Arbitrum, mengumumkan peralihan ke struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) — Arbitrum DAO. Pemegang ARB dapat memberikan suara pada proposal yang memengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan dewan keamanan.
Selengkapnya di halaman ARB →Oasis adalah jaringan blockchain layer-1 yang mengutamakan privasi dan mampu diperluas. Jaringan ini menyatukan kapasitas data yang tinggi dan gas fee yang rendah dengan arsitektur yang aman untuk Web3 generasi berikutnya dan akan mendukung DeFi, GameFi, NFTs, Metaverse, tokenisasi data, dan DAO data.
Selengkapnya di halaman ROSE →