Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arbitrum (ARB) vs Raydium (RAY)

Arbitrum
Raydium

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arbitrum dan Raydium: Arbitrum diperdagangkan di Rp1.380 (kapitalisasi pasar Rp8,73T, volume 24 jam Rp1,07T), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.131 (kapitalisasi pasar Rp3,29T, volume 24 jam Rp328,8M). Perbedaan utamanya: Arbitrum jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Raydium, dan suplai Raydium dibatasi (269,3M / 555M RAY (49%)), sedangkan Arbitrum terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arbitrum selama 61 Hari dan Raydium selama 24 Hari.

ARBRAY
Kap. Pasar
Rp8,73TRp3,29T
Volume (24h)
Rp1,07TRp328,8M
Suplai yang Beredar
6,4B ARB269,3M / 555M RAY (49%)
Typical Hold Time
61 Hari24 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Arbitrum

Arbitrum (ARB) saat ini diperdagangkan di Rp1.358 dengan kapitalisasi pasar Rp8,7T, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages namun dengan osilator netral. Harga berada di dekat support S1 (Rp1.354) dengan resistensi utama di PP (Rp1.402). Berita terbaru menunjukkan ekosistem berkembang dengan pendanaan $2 juta untuk Pheasant Network yang didukung Ethereum Foundation, meningkatkan utilitas lintas rantai AI.

Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan peluang dari adopsi teknologi AI di ekosistem, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis patut diwaspadai. Investor harus memantau ketat level support Rp1.279 dan perkembangan integrasi DeFAI untuk sinyal reversal.

Raydium

Raydium (RAY) saat ini diperdagangkan di Rp12.674 dengan kapitalisasi pasar Rp3,42T, menunjukkan sinyal teknis bullish dengan moving averages yang kuat mendukung pembelian. Token ini baru saja mencapai tonggak penting dengan volume perdagangan melebihi Rp1 kuadrillion setelah listing di Robinhood dan Revolut. RSI menunjukkan kondisi overbought jangka pendek namun momentum tetap positif dengan ADX yang kuat.

Outlook keseluruhan positif dengan peluang pertumbuhan dari integrasi tokenized stocks SpaceX dan ekspansi ekosistem Solana. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, kondisi overbought teknis, dan tekanan regulasi crypto yang berkelanjutan. Investor harus memantau level support kunci di Rp12.375 dan resistance di Rp13.253.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ARB
88% Beli12% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 61 Hari
RAY
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 24 Hari

Tentang Arbitrum

Arbitrum adalah solusi scaling Ethereum layer-2. Arbitrum menggunakan rollup optimis untuk mencapai tujuannya meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya pada Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan Ethereum. Hal ini dimungkinkan berkat pemindahan sebagian besar komputasi dan beban penyimpanan secara off-chain. Token native Arbitrum disebut ARB dan digunakan untuk tata kelola. Offchain Labs, pengembang di belakang Arbitrum, mengumumkan peralihan ke struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) — Arbitrum DAO. Pemegang ARB dapat memberikan suara pada proposal yang memengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan dewan keamanan.

Selengkapnya di halaman ARB

Tentang Raydium

Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.

Selengkapnya di halaman RAY