Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arbitrum (ARB) vs The Graph (GRT)

Arbitrum
The Graph

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arbitrum dan The Graph: Arbitrum diperdagangkan di Rp1.374 (kapitalisasi pasar Rp8,74T, volume 24 jam Rp1,08T), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp316,09 (kapitalisasi pasar Rp3,44T, volume 24 jam Rp245,62M). Perbedaan utamanya: Arbitrum jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar The Graph, dan suplai beredar Arbitrum 6,4B ARB dibanding 10,9B GRT milik The Graph. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arbitrum selama 61 Hari dan The Graph selama 95 Hari.

ARBGRT
Kap. Pasar
Rp8,74TRp3,44T
Volume (24h)
Rp1,08TRp245,62M
Suplai yang Beredar
6,4B ARB10,9B GRT
Typical Hold Time
61 Hari95 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Arbitrum

Arbitrum (ARB) saat ini diperdagangkan pada Rp1.379 dengan kapitalisasi pasar Rp8,86 triliun. Sinyal teknis keseluruhan menunjukkan kondisi bearish dengan moving averages memberikan 13 sinyal jual dan 0 sinyal beli. RSI dalam zona netral di atas 50, namun ADX 6 menunjukkan tren kuat. Harga berada di antara support S1 (Rp1.354) dan pivot point (Rp1.402). Berita terbaru menunjukkan ekosistem Arbitrum terus berkembang dengan pendanaan $2 juta untuk Pheasant Network yang didukung Ethereum Foundation.

Outlook: Netral-bearish jangka pendek dengan potensi rebound dari support. Peluang utama terletak pada adopsi teknologi cross-chain AI yang sedang berkembang. Risiko utama adalah tekanan jual teknis yang kuat dan volatilitas tinggi khas aset kripto. Investor perlu memantau level support kunci untuk konfirmasi arah selanjutnya.

The Graph

The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan di Rp316,09 dengan kapitalisasi pasar Rp3,41 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan 16 indikator jual versus 2 beli. Posisi harga berada di zona support kritis antara S2 (Rp314) dan S1 (Rp319), sementara RSI netral menunjukkan momentum lemah. Token ini memiliki waktu hold rata-rata 95 hari, mengindikasikan holding pattern jangka menengah di kalangan investor.

Outlook keseluruhan bearish dengan tekanan jual dominan, namun posisi dekat support kritis menawarkan peluang entry bagi trader jangka pendek. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan tekanan jual berkelanjutan dari moving averages. Perhatikan level support Rp306 sebagai zona kritis untuk konfirmasi trend selanjutnya.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ARB
88% Beli12% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 61 Hari
GRT
5% Beli95% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 95 Hari

Tentang Arbitrum

Arbitrum adalah solusi scaling Ethereum layer-2. Arbitrum menggunakan rollup optimis untuk mencapai tujuannya meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya pada Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan Ethereum. Hal ini dimungkinkan berkat pemindahan sebagian besar komputasi dan beban penyimpanan secara off-chain. Token native Arbitrum disebut ARB dan digunakan untuk tata kelola. Offchain Labs, pengembang di belakang Arbitrum, mengumumkan peralihan ke struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) — Arbitrum DAO. Pemegang ARB dapat memberikan suara pada proposal yang memengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan dewan keamanan.

Selengkapnya di halaman ARB

Tentang The Graph

The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.

Selengkapnya di halaman GRT