Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arbitrum (ARB) vs Gram (GRAM)

Arbitrum
Gram

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arbitrum dan Gram: Arbitrum diperdagangkan di Rp1.374 (kapitalisasi pasar Rp8,74T, volume 24 jam Rp1,08T), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp28.587 (kapitalisasi pasar Rp78,04T, volume 24 jam Rp2,02T). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 8,9× kapitalisasi pasar Arbitrum, dan suplai beredar Arbitrum 6,4B ARB dibanding 2,7B GRAM milik Gram. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arbitrum selama 61 Hari dan Gram selama 0 Hari.

ARBGRAM
Kap. Pasar
Rp8,74TRp78,04T
Volume (24h)
Rp1,08TRp2,02T
Suplai yang Beredar
6,4B ARB2,7B GRAM
Typical Hold Time
61 Hari0 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Arbitrum

Arbitrum (ARB) saat ini diperdagangkan pada Rp1.379 dengan kapitalisasi pasar Rp8,86 triliun. Sinyal teknis keseluruhan menunjukkan kondisi bearish dengan moving averages memberikan 13 sinyal jual dan 0 sinyal beli. RSI dalam zona netral di atas 50, namun ADX 6 menunjukkan tren kuat. Harga berada di antara support S1 (Rp1.354) dan pivot point (Rp1.402). Berita terbaru menunjukkan ekosistem Arbitrum terus berkembang dengan pendanaan $2 juta untuk Pheasant Network yang didukung Ethereum Foundation.

Outlook: Netral-bearish jangka pendek dengan potensi rebound dari support. Peluang utama terletak pada adopsi teknologi cross-chain AI yang sedang berkembang. Risiko utama adalah tekanan jual teknis yang kuat dan volatilitas tinggi khas aset kripto. Investor perlu memantau level support kunci untuk konfirmasi arah selanjutnya.

Gram

GRAM saat ini diperdagangkan di Rp28.713 dengan kapitalisasi pasar Rp77,12 triliun. Sinyal teknis menunjukkan netral dengan indikator moving average dan osilator yang berimbang. Harga berada di antara support S1 (Rp27.967) dan pivot point (Rp30.153), mengindikasikan konsolidasi jangka pendek. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.

Outlook keseluruhan netral dengan potensi breakout jika harga mampu menembus resistance R1 (Rp31.301). Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan keterbatasan data fundamental. Investor perlu memantau volume perdagangan dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi arah tren selanjutnya.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ARB
88% Beli12% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 61 Hari
GRAM
25% Beli75% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 0 Hari

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang Arbitrum

Arbitrum adalah solusi scaling Ethereum layer-2. Arbitrum menggunakan rollup optimis untuk mencapai tujuannya meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya pada Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan Ethereum. Hal ini dimungkinkan berkat pemindahan sebagian besar komputasi dan beban penyimpanan secara off-chain. Token native Arbitrum disebut ARB dan digunakan untuk tata kelola. Offchain Labs, pengembang di belakang Arbitrum, mengumumkan peralihan ke struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) — Arbitrum DAO. Pemegang ARB dapat memberikan suara pada proposal yang memengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan dewan keamanan.

Selengkapnya di halaman ARB

Tentang Gram

GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.

Selengkapnya di halaman GRAM