Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arbitrum (ARB) vs Gram (GRAM)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arbitrum dan Gram: Arbitrum diperdagangkan di Rp1.331 (kapitalisasi pasar Rp8,82T, volume 24 jam Rp1,08T), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.874 (kapitalisasi pasar Rp65,91T, volume 24 jam Rp616,95M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 7,5× kapitalisasi pasar Arbitrum, dan suplai beredar Arbitrum 6,6B ARB dibanding 2,8B GRAM milik Gram. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arbitrum selama 63 Hari dan Gram selama 6 Hari.

ARBGRAM
Kap. Pasar
Rp8,82TRp65,91T
Volume (24h)
Rp1,08TRp616,95M
Suplai yang Beredar
6,6B ARB2,8B GRAM
Typical Hold Time
63 Hari6 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Arbitrum

ARB saat ini diperdagangkan pada Rp1.355 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, di mana moving averages menunjukkan 13 sinyal jual tanpa sinyal beli. Posisi harga berada di dekat level pivot Rp1.359 dengan support kuat di Rp1.283. Berita terbaru menunjukkan ekosistem Arbitrum terus berkembang dengan pendanaan $2 juta untuk Pheasant Network yang didukung Ethereum Foundation untuk teknologi AI cross-chain.

Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual teknis yang signifikan, namun perkembangan ekosistem memberikan fundamental positif jangka panjang. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan tekanan bearish teknis, sementara peluang terletak pada adopsi teknologi layer-2 yang terus berkembang.

Gram

GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.

Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ARB
19% Beli81% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 63 Hari
GRAM
93% Beli7% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 6 Hari

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang Arbitrum

Arbitrum adalah solusi scaling Ethereum layer-2. Arbitrum menggunakan rollup optimis untuk mencapai tujuannya meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi biaya pada Ethereum. Arbitrum mendapat manfaat dari keamanan dan kompatibilitas Ethereum. Manfaat lainnya adalah throughput yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan Ethereum. Hal ini dimungkinkan berkat pemindahan sebagian besar komputasi dan beban penyimpanan secara off-chain. Token native Arbitrum disebut ARB dan digunakan untuk tata kelola. Offchain Labs, pengembang di belakang Arbitrum, mengumumkan peralihan ke struktur organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) — Arbitrum DAO. Pemegang ARB dapat memberikan suara pada proposal yang memengaruhi fitur, peningkatan protokol, alokasi dana, dan pemilihan dewan keamanan.

Selengkapnya di halaman ARB

Tentang Gram

GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.

Selengkapnya di halaman GRAM