Perbedaan Arweave dan Aster: Arweave diperdagangkan di Rp31.662 (kapitalisasi pasar Rp2,07T, volume 24 jam Rp76,34M), sedangkan Aster diperdagangkan di Rp10.806 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp630,38M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 14× kapitalisasi pasar Arweave, dan suplai beredar Arweave 65,7M / 66M AR (100%) dibanding 2,7B / 8B ASTER (34%) milik Aster. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Arweave selama 66 Hari dan Aster selama 23 Hari.
| AR | ASTER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,07T | Rp28,98T |
Volume (24h) | Rp76,34M | Rp630,38M |
Suplai yang Beredar | 65,7M / 66M AR (100%) | 2,7B / 8B ASTER (34%) |
Typical Hold Time | 66 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Arweave adalah jaringan penyimpanan terdesentralisasi yang berusaha menawarkan platform untuk penyimpanan data tanpa batas. Menggambarkan dirinya sebagai "hard drive yang dimiliki secara kolektif yang tidak pernah lupa," jaringan ini terutama menampung "permaweb" web permanen dan terdesentralisasi dengan sejumlah aplikasi dan platform berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman AR →Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →