Perbedaan Apollo Global Management Ord Shs dan Global X FTSE Southeast Asia ETF: Apollo Global Management Ord Shs diperdagangkan di $140,22 (kapitalisasi pasar $76,04B), sedangkan Global X FTSE Southeast Asia ETF diperdagangkan di $21,42. Perbedaan utamanya: Apollo Global Management Ord Shs membagikan dividen 1,7%, sedangkan Global X FTSE Southeast Asia ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| APO | ASEA | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $76,04B | — |
Sektor | Financials | Sector/Thematic |
Tertinggi 52 Minggu | $152,70 | $21,53 |
Terendah 52 Minggu | $100,30 | $16,86 |
Nilai Perusahaan | -$175,45B | — |
Imbal Hasil Dividen | 1,7% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
APO diperdagangkan di $127,44, turun 0,43% hari ini, dengan sinyal teknis bullish dan target konsensus analis $151,50. Perusahaan melaporkan pendapatan $32,05 miliar pada 2025 dengan margin laba bersih 5,22%, meskipun EPS Q2 2026 sedikit di bawah ekspektasi. Berita terbaru menyoroti pertumbuhan AUM ke $1,05 triliun dan fokus pada infrastruktur AI.
Outlook positif didukung oleh arus kas operasi yang kuat sebesar $7,25 miliar dan konsensus beli 82% dari analis. Risiko termasuk volatilitas pendapatan dan leverage tinggi dengan rasio utang terhadap aset 2,67. Katalis kunci adalah ekspansi bisnis asuransi dan peluang investasi AI.
Saham ASEA diperdagangkan pada $21.53, naik 1.41% dalam 24 jam dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Data fundamental seperti P/E dan margin laba tidak tersedia dalam snapshot ini. Perusahaan telah mengumumkan dividen $0.41 yang akan dibayarkan pada Juli 2026.
Outlook saham didukung momentum teknis positif, namun kurangnya data fundamental terkini membatasi penilaian mendalam. Risiko utama termasuk ketergantungan pada pengungkapan finansial mendatang untuk konfirmasi kesehatan bisnis, sementara sentimen teknis menawarkan peluang jangka pendek.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
Apollo Global Management Inc adalah manajer investasi alternatif. Mereka melayani beragam sektor seperti bahan kimia, industri dan manufaktur, sumber daya alam, konsumer dan ritel, layanan konsumer, layanan bisnis, layanan finansial, wisata, serta media dan telekomunikasi dan teknologi. Perusahaan ini beroperasi dalam tiga segmen bisnis di antaranya Private Equity, Credit, dan Real Assets. Mereka paling banyak mendapat pemasukan dari segmen Credit dalam bentuk biaya. Segmen Credit umumnya berinvestasi pada instrumen utang terstruktur dan korporat non kontrol termasuk instrumen stressed dan distressed melintasi stuktur kapital. Itu termasuk Corporate Credit.
Selengkapnya di halaman APO →ASEA melacak kinerja perusahaan terbesar di Asia Tenggara. ETF ini memberikan akses ke pasar berkembang utama termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dengan fokus besar pada sektor finansial seperti DBS Group dan Bank Central Asia.
Selengkapnya di halaman ASEA →