Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Agung Podomoro Land Tbk (APLN) vs Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI)

Agung Podomoro Land Tbk
Paperocks Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Agung Podomoro Land Tbk dan Paperocks Indonesia Tbk.: Agung Podomoro Land Tbk diperdagangkan di Rp126 (kapitalisasi pasar 3,25 T, volume 24 jam 165,58 jt), sedangkan Paperocks Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp139 (kapitalisasi pasar 153,73 M, volume 24 jam 397,4 rb). Perbedaan utamanya: Agung Podomoro Land Tbk jauh lebih besar — sekitar 21,1× kapitalisasi pasar Paperocks Indonesia Tbk., dan Agung Podomoro Land Tbk lebih aktif diperdagangkan (165,58 jt vs 397,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APLNPPRI
Kapitalisasi Pasar
3,25 T153,73 M
Volume
165,58 jt397,4 rb
Lot
1,66 jt3,97 rb
Perputaran
22,52 M55,11 jt
Harga Rata-rata
136138,68
Nilai Transaksi
22,52 M55,11 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
126139
Volume Ekuilibrium Indikatif
9,57 rb739

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APLN
Lihat detail
PPRI
Lihat detail

Tentang Agung Podomoro Land Tbk

PT Agung Podomoro Land (the company) was established under its original name of PT Tiara Metropolitan Jaya base on notarial deed No.29 of Mrs Sri Laksmi Damayanti, S.H, dated on 30 Jul, 2004. The Companys articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 79 of Yulia, S.H., dated Jun 25, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, Par value and public offering.

Selengkapnya di halaman APLN

Tentang Paperocks Indonesia Tbk.

PT Paperocks Indonesia Tbk (the Company) was established on February 14, 2011 based on Notarial Deed No.65 of Buntario Tigris, S.H.,M.H., notary in Central Jakarta. The Company started its commercial operations in May 2011.

Selengkapnya di halaman PPRI