Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Agung Podomoro Land Tbk (APLN) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Agung Podomoro Land TbkTrading
Sumi Indo Kabel Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Agung Podomoro Land Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Agung Podomoro Land Tbk diperdagangkan di Rp125 (kapitalisasi pasar 2,86 T, volume 24 jam 9,19 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp550 (kapitalisasi pasar 709,92 M, volume 24 jam 1,86 jt). Perbedaan utamanya: Agung Podomoro Land Tbk jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Agung Podomoro Land Tbk lebih aktif diperdagangkan (9,19 jt vs 1,86 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APLNIKBI
Kapitalisasi Pasar
2,86 T709,92 M
Volume
9,19 jt1,86 jt
Lot
91,95 rb18,57 rb
Perputaran
1,16 M1,06 M
Harga Rata-rata
126,14572,16
Nilai Transaksi
1,16 M1,06 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
125550
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,16 rb155

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APLN
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Agung Podomoro Land Tbk

PT Agung Podomoro Land (the company) was established under its original name of PT Tiara Metropolitan Jaya base on notarial deed No.29 of Mrs Sri Laksmi Damayanti, S.H, dated on 30 Jul, 2004. The Companys articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 79 of Yulia, S.H., dated Jun 25, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, Par value and public offering.

Selengkapnya di halaman APLN

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI