Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Agung Podomoro Land Tbk (APLN) vs Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP)

Agung Podomoro Land Tbk
Gunung Raja Paksi Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Agung Podomoro Land Tbk dan Gunung Raja Paksi Tbk.: Agung Podomoro Land Tbk diperdagangkan di Rp126 (kapitalisasi pasar 3,25 T, volume 24 jam 165,58 jt), sedangkan Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp292 (kapitalisasi pasar 3,51 T, volume 24 jam 480,9 rb). Perbedaan utamanya: Agung Podomoro Land Tbk dan Gunung Raja Paksi Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Agung Podomoro Land Tbk lebih aktif diperdagangkan (165,58 jt vs 480,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APLNGGRP
Kapitalisasi Pasar
3,25 T3,51 T
Volume
165,58 jt480,9 rb
Lot
1,66 jt4,81 rb
Perputaran
22,52 M140,02 jt
Harga Rata-rata
136291,15
Nilai Transaksi
22,52 M140,02 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
126292
Volume Ekuilibrium Indikatif
9,57 rb118

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APLN
Lihat detail
GGRP
Lihat detail

Tentang Agung Podomoro Land Tbk

PT Agung Podomoro Land (the company) was established under its original name of PT Tiara Metropolitan Jaya base on notarial deed No.29 of Mrs Sri Laksmi Damayanti, S.H, dated on 30 Jul, 2004. The Companys articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 79 of Yulia, S.H., dated Jun 25, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, Par value and public offering.

Selengkapnya di halaman APLN

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP