Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Agung Podomoro Land Tbk (APLN) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Agung Podomoro Land TbkTrading
Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Agung Podomoro Land Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Agung Podomoro Land Tbk diperdagangkan di Rp126 (kapitalisasi pasar 2,86 T, volume 24 jam 4,85 jt), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp162 (kapitalisasi pasar 770,19 M, volume 24 jam 10,46 jt). Perbedaan utamanya: Agung Podomoro Land Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Berdikari Pondasi Perkasa Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (10,46 jt vs 4,85 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APLNBDKR
Kapitalisasi Pasar
2,86 T770,19 M
Volume
4,85 jt10,46 jt
Lot
48,55 rb104,62 rb
Perputaran
613,16 jt1,71 M
Harga Rata-rata
126,31163,13
Nilai Transaksi
613,16 jt1,71 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
126161
Volume Ekuilibrium Indikatif
530,1 rb5,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APLN
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Agung Podomoro Land Tbk

PT Agung Podomoro Land (the company) was established under its original name of PT Tiara Metropolitan Jaya base on notarial deed No.29 of Mrs Sri Laksmi Damayanti, S.H, dated on 30 Jul, 2004. The Companys articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 79 of Yulia, S.H., dated Jun 25, 2010, concerning among others, the change in the Company’s name, Par value and public offering.

Selengkapnya di halaman APLN

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR