Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arita Prima Indonesia Tbk (APII) vs Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA)

Arita Prima Indonesia TbkTrading
Paramita Bangun Sarana Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arita Prima Indonesia Tbk dan Paramita Bangun Sarana Tbk.: Arita Prima Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp191 (kapitalisasi pasar 205,47 M, volume 24 jam 16,5 rb), sedangkan Paramita Bangun Sarana Tbk. diperdagangkan di Rp905 (kapitalisasi pasar 2,22 T, volume 24 jam 10,34 jt). Perbedaan utamanya: Paramita Bangun Sarana Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Arita Prima Indonesia Tbk, dan Paramita Bangun Sarana Tbk. lebih aktif diperdagangkan (10,34 jt vs 16,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APIIPBSA
Kapitalisasi Pasar
205,47 M2,22 T
Volume
16,5 rb10,34 jt
Lot
165103,36 rb
Perputaran
3,15 jt8,96 M
Harga Rata-rata
190,81866,76
Nilai Transaksi
3,15 jt8,96 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
760
Volume Ekuilibrium Indikatif
675

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APII
Lihat detail
PBSA
Lihat detail

Tentang Arita Prima Indonesia Tbk

PT Arita Prima Indonesia Tbk (the Company) was established on October 5, 2000. Since its founding in 2000, the company initially marketed under the brand Arita valve products manufactured by Unimech Group, a multinational business group from Malaysia that specializes in construction services and valve manufacturers, as well as supporting products. The Company is the only company that was granted by the relevant manufacturers in the distribution and marketing in Indonesia, for valve products from leading manufacturers in the world with brands Arita from Malaysia, RK Marine from China, and KVC from Japan.

Selengkapnya di halaman APII

Tentang Paramita Bangun Sarana Tbk.

PT. Paramita Bangun Sarana Tbk (the Company) was established based on the Notarial Deed No. 33 of Lenny Janis Ishak, S.H., dated November 27, 2002.

Selengkapnya di halaman PBSA