Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Arita Prima Indonesia Tbk (APII) vs Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)

Arita Prima Indonesia Tbk
Indah Prakasa Sentosa Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Arita Prima Indonesia Tbk dan Indah Prakasa Sentosa Tbk: Arita Prima Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp182 (kapitalisasi pasar 200,09 M, volume 24 jam 17,2 rb), sedangkan Indah Prakasa Sentosa Tbk diperdagangkan di Rp630 (kapitalisasi pasar 390 M, volume 24 jam 106,9 rb). Perbedaan utamanya: Indah Prakasa Sentosa Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Indah Prakasa Sentosa Tbk lebih aktif diperdagangkan (106,9 rb vs 17,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APIIINPS
Kapitalisasi Pasar
200,09 M390 M
Volume
17,2 rb106,9 rb
Lot
1721,07 rb
Perputaran
3,14 jt64,42 jt
Harga Rata-rata
182,51602,58
Nilai Transaksi
3,14 jt64,42 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
630
Volume Ekuilibrium Indikatif
89

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APII
Lihat detail
INPS
Lihat detail

Tentang Arita Prima Indonesia Tbk

PT Arita Prima Indonesia Tbk (the Company) was established on October 5, 2000. Since its founding in 2000, the company initially marketed under the brand Arita valve products manufactured by Unimech Group, a multinational business group from Malaysia that specializes in construction services and valve manufacturers, as well as supporting products. The Company is the only company that was granted by the relevant manufacturers in the distribution and marketing in Indonesia, for valve products from leading manufacturers in the world with brands Arita from Malaysia, RK Marine from China, and KVC from Japan.

Selengkapnya di halaman APII

Tentang Indah Prakasa Sentosa Tbk

PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (the "Company”) was established based on Notarial Deed No. 44 dated January 15, 1988 of Bachruddin Hardigaluh, S.H., Notary in Cirebon.

Selengkapnya di halaman INPS