Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arita Prima Indonesia Tbk (APII) vs Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP)

Arita Prima Indonesia TbkTrading
Gunung Raja Paksi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arita Prima Indonesia Tbk dan Gunung Raja Paksi Tbk.: Arita Prima Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp190 (kapitalisasi pasar 201,17 M, volume 24 jam 37,6 rb), sedangkan Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp302 (kapitalisasi pasar 3,68 T, volume 24 jam 7,6 rb). Perbedaan utamanya: Gunung Raja Paksi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 18,3× kapitalisasi pasar Arita Prima Indonesia Tbk, dan Arita Prima Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (37,6 rb vs 7,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APIIGGRP
Kapitalisasi Pasar
201,17 M3,68 T
Volume
37,6 rb7,6 rb
Lot
37676
Perputaran
7,15 jt2,31 jt
Harga Rata-rata
190,21303,97
Nilai Transaksi
7,15 jt2,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
304
Volume Ekuilibrium Indikatif
2 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APII
Lihat detail
GGRP
Lihat detail

Tentang Arita Prima Indonesia Tbk

PT Arita Prima Indonesia Tbk (the Company) was established on October 5, 2000. Since its founding in 2000, the company initially marketed under the brand Arita valve products manufactured by Unimech Group, a multinational business group from Malaysia that specializes in construction services and valve manufacturers, as well as supporting products. The Company is the only company that was granted by the relevant manufacturers in the distribution and marketing in Indonesia, for valve products from leading manufacturers in the world with brands Arita from Malaysia, RK Marine from China, and KVC from Japan.

Selengkapnya di halaman APII

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP