Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Arita Prima Indonesia Tbk (APII) vs Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI)

Arita Prima Indonesia TbkTrading
Dewi Shri Farmindo Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Arita Prima Indonesia Tbk dan Dewi Shri Farmindo Tbk.: Arita Prima Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp187 (kapitalisasi pasar 205,47 M, volume 24 jam 90 rb), sedangkan Dewi Shri Farmindo Tbk. diperdagangkan di Rp139 (kapitalisasi pasar 280 M, volume 24 jam 63,29 jt). Perbedaan utamanya: Dewi Shri Farmindo Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Dewi Shri Farmindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (63,29 jt vs 90 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APIIDEWI
Kapitalisasi Pasar
205,47 M280 M
Volume
90 rb63,29 jt
Lot
900632,91 rb
Perputaran
17,08 jt8,85 M
Harga Rata-rata
189,78139,84
Nilai Transaksi
17,08 jt8,85 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
139
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,34 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APII
Lihat detail
DEWI
Lihat detail

Tentang Arita Prima Indonesia Tbk

PT Arita Prima Indonesia Tbk (the Company) was established on October 5, 2000. Since its founding in 2000, the company initially marketed under the brand Arita valve products manufactured by Unimech Group, a multinational business group from Malaysia that specializes in construction services and valve manufacturers, as well as supporting products. The Company is the only company that was granted by the relevant manufacturers in the distribution and marketing in Indonesia, for valve products from leading manufacturers in the world with brands Arita from Malaysia, RK Marine from China, and KVC from Japan.

Selengkapnya di halaman APII

Tentang Dewi Shri Farmindo Tbk.

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (The "Company") is domiciled in Cianjur was established based on notarial deed No. 15 dated September 17, 2019 of Amaliyah, S.H.,M.Kn notary in Jakarta. The Company commenced commercial operations in 2019.

Selengkapnya di halaman DEWI