Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) vs KMI Wire Cable Tbk (KBLI)

Pacific Strategic Financial Tbk
KMI Wire Cable Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Pacific Strategic Financial Tbk dan KMI Wire Cable Tbk: Pacific Strategic Financial Tbk diperdagangkan di Rp655 (kapitalisasi pasar 8,12 T, volume 24 jam 1,24 jt), sedangkan KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 1,26 T, volume 24 jam 907,7 rb). Perbedaan utamanya: Pacific Strategic Financial Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar KMI Wire Cable Tbk, dan Pacific Strategic Financial Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,24 jt vs 907,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APICKBLI
Kapitalisasi Pasar
8,12 T1,26 T
Volume
1,24 jt907,7 rb
Lot
12,43 rb9,08 rb
Perputaran
821,12 jt286,84 jt
Harga Rata-rata
660,43316,01
Nilai Transaksi
821,12 jt286,84 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
655316
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,37 rb21

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APIC
Lihat detail
KBLI
Lihat detail

Tentang Pacific Strategic Financial Tbk

Founded in Jakarta on February 22nd 1989 as PT. Citramas Securindo. Name changed to be PT. Arta Pacific Securities on July 4th 2000. Conduct as broker dealer and underwriter in capital market.

Selengkapnya di halaman APIC

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI