Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Pacific Strategic Financial Tbk
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Pacific Strategic Financial Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Pacific Strategic Financial Tbk diperdagangkan di Rp655 (kapitalisasi pasar 8,12 T, volume 24 jam 1,24 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 1,83 T, volume 24 jam 874 rb). Perbedaan utamanya: Pacific Strategic Financial Tbk jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Pacific Strategic Financial Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,24 jt vs 874 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APICJAWA
Kapitalisasi Pasar
8,12 T1,83 T
Volume
1,24 jt874 rb
Lot
12,43 rb8,74 rb
Perputaran
821,12 jt97,14 jt
Harga Rata-rata
660,43111,14
Nilai Transaksi
821,12 jt97,14 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
655110
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,37 rb241

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APIC
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Pacific Strategic Financial Tbk

Founded in Jakarta on February 22nd 1989 as PT. Citramas Securindo. Name changed to be PT. Arta Pacific Securities on July 4th 2000. Conduct as broker dealer and underwriter in capital market.

Selengkapnya di halaman APIC

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA