Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) vs Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP)

Pacific Strategic Financial Tbk
Gunung Raja Paksi Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Pacific Strategic Financial Tbk dan Gunung Raja Paksi Tbk.: Pacific Strategic Financial Tbk diperdagangkan di Rp655 (kapitalisasi pasar 8,12 T, volume 24 jam 1,24 jt), sedangkan Gunung Raja Paksi Tbk. diperdagangkan di Rp292 (kapitalisasi pasar 3,51 T, volume 24 jam 480,9 rb). Perbedaan utamanya: Pacific Strategic Financial Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Gunung Raja Paksi Tbk., dan Pacific Strategic Financial Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,24 jt vs 480,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APICGGRP
Kapitalisasi Pasar
8,12 T3,51 T
Volume
1,24 jt480,9 rb
Lot
12,43 rb4,81 rb
Perputaran
821,12 jt140,02 jt
Harga Rata-rata
660,43291,15
Nilai Transaksi
821,12 jt140,02 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
655292
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,37 rb118

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APIC
Lihat detail
GGRP
Lihat detail

Tentang Pacific Strategic Financial Tbk

Founded in Jakarta on February 22nd 1989 as PT. Citramas Securindo. Name changed to be PT. Arta Pacific Securities on July 4th 2000. Conduct as broker dealer and underwriter in capital market.

Selengkapnya di halaman APIC

Tentang Gunung Raja Paksi Tbk.

PT. Gunung Raja Paksi Tbk (the Company) was established under the name of PT Gunung Naga Mas based on Notarial Deed No.229 of Chairani Bustami,S.H. dated August 20,1990 that was amended by Notarial Deed No.25 dated June 6,1991. The change from Foreign Capital Investment (“FCI”) to Domestic Capital Investment (“DCI”) has been approved by the Capital Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia in its Letter No.346/1/IP/PMDN/2016 dated December 15, 2016.

Selengkapnya di halaman GGRP