Perbedaan API3 dan Slash Vision Labs: API3 diperdagangkan di Rp3.347 (kapitalisasi pasar Rp288,74M, volume 24 jam Rp95,59M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp58,29 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,67M). Perbedaan utamanya: suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding -- milik Slash Vision Labs, dan API3 lebih aktif diperdagangkan (Rp95,59M vs Rp1,67M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| API3 | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp288,74M | -- |
Volume (24h) | Rp95,59M | Rp1,67M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | -- |
Typical Hold Time | 41 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →