Perbedaan API3 dan SUPRA: API3 diperdagangkan di Rp3.381 (kapitalisasi pasar Rp291,56M, volume 24 jam Rp93,99M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,14 (kapitalisasi pasar Rp103,44M, volume 24 jam Rp6,92M). Perbedaan utamanya: API3 jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| API3 | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,56M | Rp103,44M |
Volume (24h) | Rp93,99M | Rp6,92M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →