Perbedaan API3 dan Solv Protocol: API3 diperdagangkan di Rp3.375 (kapitalisasi pasar Rp292,52M, volume 24 jam Rp94,19M), sedangkan Solv Protocol diperdagangkan di Rp42,15 (kapitalisasi pasar Rp179,37M, volume 24 jam Rp71,75M). Perbedaan utamanya: API3 lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Solv Protocol dibatasi (4,3B / 9,7B SOLV (45%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Solv Protocol selama 13 Hari.
| API3 | SOLV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp292,52M | Rp179,37M |
Volume (24h) | Rp94,19M | Rp71,75M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 4,3B / 9,7B SOLV (45%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Solv Protocol adalah platform staking Bitcoin terkemuka yang memanfaatkan SolvBTC untuk mengoptimalkan potensi lebih dari $1 triliun aset Bitcoin. Dengan mengandalkan Staking Abstraction Layer (SAL), Solv menghadirkan pengalaman staking Bitcoin yang mulus, aman, dan transparan—untuk mendorong adopsi BTCFi secara massal.
Selengkapnya di halaman SOLV →