Perbedaan API3 dan Sonic: API3 diperdagangkan di Rp3.379 (kapitalisasi pasar Rp292,52M, volume 24 jam Rp94,19M), sedangkan Sonic diperdagangkan di Rp404,25 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp69,48M). Perbedaan utamanya: Sonic jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar API3, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 2,9B S milik Sonic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Sonic selama 33 Hari.
| API3 | S | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp292,52M | Rp1,16T |
Volume (24h) | Rp94,19M | Rp69,48M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 2,9B S |
Typical Hold Time | 41 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Sonic adalah platform Layer 1 yang kompatibel dengan EVM, dirancang untuk mendukung developer dengan infrastruktur yang tangguh serta insentif menarik untuk proyek DeFi. Dengan lebih dari 10.000 TPS dan waktu konfirmasi di bawah satu detik, Sonic berkontribusi pada masa depan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Selengkapnya di halaman S →