Perbedaan API3 dan iExec RLC: API3 diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar Rp290,6M, volume 24 jam Rp95,5M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.768 (kapitalisasi pasar Rp414,21M, volume 24 jam Rp17,55M). Perbedaan utamanya: iExec RLC lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai iExec RLC dibatasi (87M / 87M RLC (100%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| API3 | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,6M | Rp414,21M |
Volume (24h) | Rp95,5M | Rp17,55M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →