Perbedaan API3 dan Mask Network: API3 diperdagangkan di Rp3.363 (kapitalisasi pasar Rp290,6M, volume 24 jam Rp95,5M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp6.323 (kapitalisasi pasar Rp630,68M, volume 24 jam Rp149,12M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar API3, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Mask Network selama 24 Hari.
| API3 | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp290,6M | Rp630,68M |
Volume (24h) | Rp95,5M | Rp149,12M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →