Perbedaan API3 dan Terra: API3 diperdagangkan di Rp3.345 (kapitalisasi pasar Rp288,74M, volume 24 jam Rp95,59M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp768,24 (kapitalisasi pasar Rp543,86M, volume 24 jam Rp308,98M). Perbedaan utamanya: Terra lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 710M LUNA milik Terra. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Terra selama 82 Hari.
| API3 | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp288,74M | Rp543,86M |
Volume (24h) | Rp95,59M | Rp308,98M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 41 Hari | 82 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →