Perbedaan API3 dan Loopring: API3 diperdagangkan di Rp3.341 (kapitalisasi pasar Rp288,74M, volume 24 jam Rp95,59M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: Loopring lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 1,4B LRC milik Loopring. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Loopring selama 74 Hari.
| API3 | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp288,74M | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp95,59M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 41 Hari | 74 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →