Perbedaan API3 dan Layer3: API3 diperdagangkan di Rp3.377 (kapitalisasi pasar Rp292,52M, volume 24 jam Rp94,19M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp75,92 (kapitalisasi pasar Rp110,91M, volume 24 jam Rp13,56M). Perbedaan utamanya: API3 jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,5B / 3,3B L3 (45%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| API3 | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp292,52M | Rp110,91M |
Volume (24h) | Rp94,19M | Rp13,56M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →