Perbedaan API3 dan Impossible Cloud Network: API3 diperdagangkan di Rp3.375 (kapitalisasi pasar Rp292,94M, volume 24 jam Rp94,05M), sedangkan Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.402 (kapitalisasi pasar Rp605,62M, volume 24 jam Rp24M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar API3, dan suplai Impossible Cloud Network dibatasi (253M / 700M ICNT (37%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Impossible Cloud Network selama 4 Hari.
| API3 | ICNT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp292,94M | Rp605,62M |
Volume (24h) | Rp94,05M | Rp24M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 253M / 700M ICNT (37%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →