Perbedaan API3 dan Hemi: API3 diperdagangkan di Rp3.382 (kapitalisasi pasar Rp291,56M, volume 24 jam Rp93,99M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp85,01 (kapitalisasi pasar Rp83,14M, volume 24 jam Rp62,55M). Perbedaan utamanya: API3 jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| API3 | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,56M | Rp83,14M |
Volume (24h) | Rp93,99M | Rp62,55M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 41 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →