Perbedaan API3 dan GMX: API3 diperdagangkan di Rp3.366 (kapitalisasi pasar Rp292,94M, volume 24 jam Rp94,05M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp116.799 (kapitalisasi pasar Rp1,23T, volume 24 jam Rp43,9M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar API3, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan GMX selama 46 Hari.
| API3 | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp292,94M | Rp1,23T |
Volume (24h) | Rp94,05M | Rp43,9M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 10,5M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →