Perbedaan API3 dan Gas: API3 diperdagangkan di Rp3.311 (kapitalisasi pasar Rp288,74M, volume 24 jam Rp95,59M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.254 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp20,15M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar API3, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 65M GAS milik Gas. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| API3 | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp288,74M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp95,59M | Rp20,15M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 65M GAS |
Typical Hold Time | 41 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →